Kelereng, Permainan Tradisional yang Mulai Tergerus Zaman

By | December 29, 2019

Kelereng, Permainan Tradisional yang Mulai Tergerus Zaman. Ada yang belum mengenal kelereng? Salah satu mainan favorit anak laki-laki di era 90an. Tidak hanya anak laki-laki, anak perempuan pun banyak yang suka bermain kelereng. Kelereng disebut juga gundu atau guli. Beerapa daerah lain di Indonesia juga memiliki nama lain untuk permainan ini.

Benda yang terbuat dari tanah liat, kaca, atau marmer ini sampai sekarang masih ada dijual. Namun, kemungkinan besar tidak sebanyak dulu. Setiap warung di daerah yang warganya banyak terdapat anak-anak, biasanya akan menjual kelereng. Sayangnya, permainan ini semakin sedikit bahkan cenderung langka dimainkan anak-anak.

Keterbatasan lahan atau lapangan yang biasanya menjadi tempat bermain anak-anak yang semakin sedikit akibat pembangunan rumah dan perumahan, tidak dipungkiri menjadi penyebab semakin berkurangnya anak-anak bermain kelereng. Permainan ini memang membutuhkan tanah lapang untuk bermain walaupun tidak perlu terlalu lebar.

Kelereng, Permainan Tradisional yang Mulai Tergerus Zaman

Cara bermain kelereng sangat mengasyikkan. Makanya, tidak mengherankan jika di suatu lapangan banyak anak-anak memainkan beraneka ragam permainan, salah satunya pasti ada kerumunan anak yang bermain kelereng. Permainan ini begitu diminati karena cara bermainnya yang begitu mudah. Disamping itu, harga kelereng sangat terjangkau bagi anak-anak.

Pertama, harus ada minimal dua orang anak untuk memainkan permainan tradisional agar lebih seru. Setiap anak harus memiliki minimal dua kelereng. Semakin banyak kelereng yang dipunya, semakin lama permainan akan selesai. Satu anak menggambar satu lingkaran kecil di tanah. Lalu, masing-masing anak yang ingin bermain, memasukkan satu kelereng ke dalam lingkaran.

Anak-anak kemudian membuat garis sejauh minimal satu meter dari lingkaran. Masing-masing anak melempar kelereng yang lainĀ  ke arah lingkaran. Bagi anak yang memiliki kelereng yang terletak paling jauh dari lingkaran, dia berhak bermain terlebih dahulu. Si anak boleh menyerang kelereng teman terdekatnya atau langsung membidik kelereng yang ada di dalam lingkaran.

Jika kelereng si pemain menyentuh keleren temannya, maka sang teman kalah dan kelerengnya berhak dimiliki oleh si pemain. Begitu juga jika kelereng si pemain mampu mengeluarkan satu atau semua kelereng yang ada di dalam lingkaran. Kelereng yang keluar dari garis lingkaran akan dimiliki semua oleh pemain. Namun, dengan satu syarat, kelereng si pemain berada di luar garis lingkaran.

Untuk para gamer tentunya ingin memiliki permainan game online lainnya untuk Anda mainkan dan juga menghasilkan uang dengan mudah seperi game Joker123.

Nah, cukup mudah bukan memainkan permainan tradisional ini, bukan? Dijamin anak-anak akan lupa waktu dan gadget tentu saja.